Jl. KSR Dadi Kusmayadi No.2, Tengah, Kec. Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16914, Tengah, Kec. Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16810
contact us
blog
Home » Teknologi  »  Perluas Penetrasi Fixed Broadband, Remala (DATA) Terapkan Konsep KSO
PT Remala Abadi Tbk. (DATA) melakukan pembangunan dan penggelaran jaringan fiber to the home (FTTH) dari Jawa hingga Bali.
Perluas Penetrasi Fixed Broadband, Remala (DATA) Terapkan Konsep KSO
PT Remala Abadi Tbk. (DATA) melakukan pembangunan dan penggelaran jaringan fiber to the home (FTTH) dari Jawa hingga Bali.

Hal ini sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam percepatan serta memperluas fixed broadband di Indonesia.

Vice President Revenue Assurance Remala Samuel Adi Mulia mengatakan, rencana penggelaran jaringan FTTH ini dilakukan baik secara organik maupun dengan skema kerja sama operasi (KSO) dengan berbagai mitra.
Yang terbaru sebut dia,pihaknya menandatangani KSO dengan ARA Infra Indo untuk mengembangkan layanan broadband Nethome di wilayah Bali.
Remala juga menandatangani KSO dengan Data Prima Solusindo untuk pengembangan broadband Nethome di wilayah Tangerang Selatan.
"Penandatanganan KSO ini merupakan bukti nyata Remala untuk terus berkomitmen memberikan layanan internet yang andal serta berkualitas di wilayah Bali dan Tangerang Selatan," kata Samuel dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).
"Dengan penandatanganan KSO ini diharapkan dapat meningkatkan penetrasi internet Nethome di Bali dan Tangerang Selatan. Selain itu dengan konsep KSO diharapkan dapat mendorong entrepreneurship di masyarakat," tambahnya.
Menurut dia, penandatanganan KSO dengan ARA Infra Indo dan Data Prima Solusindo merupakan langkah strategis perseroan untuk mempercepat penetrasi Nethome di wilayah Bali serta Tangerang Selatan.
Lebih lanjut Samuel menjelaskan, KSO antara Remala dan mitra ini merupakan kerja sama yang saling menguntungkan. Nantinya, mitra akan mendapatkan keuntungan yang sangat menarik dari penjualan layanan Nethome di wilayah Bali dan Tangerang Selatan.
Dia berharap, KSO dengan ARA Infra Indo dan Data Prima Solusindo dapat meningkatkan jumlah pelanggan internet Remala.
Remala optimistis, tahun depan 2026 bisa menambah 500.000 homepass untuk masing-masing wilayah KSO di Bali dan Tangerang Selatan. Dengan kualitas dan harga yang terjangkau lanjut Samuel, setidaknya akan ada 50 persen homeconnect yang akan menjadi homeconnect paid yang dikelola mitra Remala di wilayah Bali dan Tangerang Selatan.
Untuk memastikan kepuasan, membangun loyalitas, dan menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan, pihaknya juga memberikan dukungan baik itu teknis, pemasaran, maupun layanan pelanggan lainnya kepada seluruh mitra KSO. Dengan adanya dukungan ini, Samuel berharap kualitas dan layanan yang diterima konsumen mitra KSO akan setara dengan pelanggan organik Nethome yang dikelola langsung oleh Remala.
"Kami memberikan layanan yang sama kepada seluruh pelanggan Nethome. Harga layanan yang kami diberikan kepada pelanggan KSO mitra Remala juga sama, mulai Rp 100 ribuan per bulan dengan kecepatan hingga 500 Mbps. Remala memberikan harga yang sangat terjangkau agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat memiliki akses layanan broadband yang berkualitas dan handal sehingga mampu mendukung percepatan penetrasi broadband di Indonesia seperti target yang dipatok Komdigi," ujar Samuel.
Beredasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), jangkauan fixed broadband di Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 21 persen rumah tangga. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan penetrasi internet seluler yang sudah mencapai 80,66 persen.
Tak berbeda dari Komdigi, survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025 menyebutkan, masyarakat Indonesia yang mengakses fixed broadband yang terpasang di rumah hanya 28,43 persen.
Padahal pemerintah menargetkan jangkauan fixed broadband mencapai 50 persen rumah tangga pada tahun 2029, dengan kecepatan 100 Mbps.
🔍 Sumber Media
⚠️ Common Cloud Security Risks
1. Cloud Misconfigurations
Misconfigured cloud storage, databases, and access permissions remain one of the leading causes of data breaches.
Examples include:
  • Publicly exposed storage buckets
  • Over-privileged user roles
  • Insecure APIs
Impact:
Unauthorized access, data leaks, and compliance violations.
2. Weak Identity and Access Management (IAM)
Poorly managed credentials allow attackers to gain access using stolen or compromised login details.
Risk Factors:
  • Shared accounts
  • Lack of multi-factor authentication
  • Excessive access privileges
🛡️ Why Cloud Security Is a Business Priority
Cloud security is not just an IT issue—it’s a business requirement. A single breach can disrupt operations, damage brand reputation, and result in significant financial loss.
Strong cloud security helps organizations:
  • Maintain data confidentiality
  • Meet regulatory requirements
  • Ensure business continuity